Larejawi™

Mudik dan Hari Raya

Posted on: September 10, 2009

Apa yang anda pikirkan ketika seseorang ngomong “MUDIK”?

Jawaban kebanyakan orang pasti akan bilang : “LEBARAN”. Mungkin juga ada jawaban lain yang bisa mewakili?. Tapi menurut saya lebaran lah yang biasa orang pikirkan. Saya pribadi pun demikian, ketika ada yang menyebut kata mudik saya pasti spontan mikir tentang lebaran.

dilanjut ntar lagi ye… buka puasa dulu….

Lanjut nech….Mudik menjadi rutinitas ketika akan menjelang lebaran. Bagi mereka yang bekerja di luar kota dan masih mempunyai keluarga di kampung halaman tempat dia dilahirkan, mudik biasanya menjadi ritual tersendiri. Kesibukan bekerja mencari nafkah buat keluarga [buat yang sudah punya keluarga] dan modal kawin [buat yang masih bujangan] atau mencari rejeki buat diri sendiri [kalo yang ini egois namanya] jadi alasan buat mudik.

mudik kereta

Nah sekarang alasan mudik. Alasan utama bagi kebanyakan orang adalah ketemu dengan keluarga. Entah itu, kakek nenek, bapak ibu atau ade kaka’. Untuk anak muda mungkin ada alasan lain misalnya, ketemu calon pacar, calon istri atau gebetannya yang ada di kampung. Berdasarkan pengalaman pribadi, buat anak muda memang biasanya mudik itu memang utamanya ketemu kedua orang tua [maaf kalo ada yang sudah yatim piatu itu dah lain lagi], akan tetapi bisa jadi mengandung unsur lain. Misalnya adalah yang sudah saya sebutkan diatas yaitu ketemu gebetan, pacar atau calon istri.

Mudik dijaman sekarang memang sudah tidak berpatokan sama yang namanya lebaran. Karena mudik itu intinya adalah pulkam [pulang kampung] yaitu pulang ke tempat dimana orang tua tinggal dan pulang ke tempat kita dilahirkan dulu. Mudik sekarang ini merupakan obat penawar kejenuhan ditempat kerja sekaligus refresing. Sebagian orang mudik tidak terpaku pada saat lebaran. Mereka mudik sewaktu-waktu mereka pengen dan bisa jadi setiap ada kesempatan libur kerja, mereka bisa juga mudik. Alasannya macam-macam. Saya pribadi sekarang mudik juga tidak terpaku saat lebaran karena alasan pekerjaan. Setiap ada kesempatan, saya akan langsung memesan tiket angkutan buat pulang. Melihat pengalaman yang sudah-sudah, ketika kita memutuskan buat mudik saat lebaran banyak sekalli yang harus diperhitungkan. Dari jadwal libur, jenis kendaraan yang akan kita pakai buat mudik dan juga besarnya biaya mudik itu sendiri.

Sekarang ini ketika musim lebaran datang, bila kita menggunakan angkutan umum kita pasti akan dihadapkan pada harga tiket yang mengalami kenaikan yang tidak sedikit [drastis malah]. Jadi sebagian orang mungkin akan berfikir dua tiga kali buat mudik saat lebaran. Belum lagi keadaan infrastruktur yang sekarang ada. Ketika bulan puasa masih lama dan kemungkinan orang mudik juga masih lama, pemerintah tidak sigap melakukan pengecekan dan memperbaiki infrastruktur yang ada bila ada kerusakan. Menjelang bulan puasa atau lebaran, infrastruktur tersebut baru diperbaiki bila ada kerusakan. Ini juga bisa jadi alasan orang males mudik saat lebaran. Dengan keadaan infrastruktur yang kurang layak, kondisi jalan yang berlubang disana-sini akan menimbulkan kemacetan. Malah juga bisa kecelakaan. Macet memang sudah menjadi pemandangan sehari-hari ketika lebaran bila kita mudik dengan kendaran pribadi macam speda motor dan mobil atau apabila kita mudik pakai bus. Semua orang pengen cepat sampai, mereka sudah tidak sabar bertemu dengan keluarga dirumah. Karena semua orang tidak sabar, macet lah yang ada.

Bagi pengguna angkutan umum seperti kereta api dan kapal laut timbul masalah lain. Mereka mungkin tidak terkena macet. Tapi mereka harus rela berdesak-desakan dengan penumpang lain yang mungkin tidak ingin ketinggalan. Bukan itu saja, copet pun sering memanfaatkan momen seperti ini. Lebih mengerikan lagi adalah yang terjadi akhir-akhir ini, bukan cobet atau jambret tapi tukang hipnotis. Lebih bahaya lagi kan? dengan menghipnotis ini, korban tidak akan sadar sehingga penjahat itu bisa leluasa menguasai harta benda korbannya. Mengerikan.!!!

Mudik ke kampung halaman sering menyisakan cerita-cerita seru. Entah ketika perjalanan mudik itu berlangsung ataupun ketika kita sudah sampai di kampung halaman bertemu keluarga. Semoga cerita mudik kali ini dihiasai dengan cerita-cerita yang bisa kita ceritakan kepada orang lain sekitar kita.

Buat yang memakai kendaraan pribadi keep Safety Riding.

SELAMAT MUDIK………….. :mrgreen:

Advertisements

18 Responses to "Mudik dan Hari Raya"

I seldom drop comments, however I looked at a few of the responses on Mudik dan Hari Raya
| Larejawi™. I do have a couple of questions for you if it’s okay.
Is it just me or does it seem like some of these remarks
appear like they are coming from brain dead individuals?
😛 And, if you are posting at additional online sites, I’d like to keep up with
you. Could you list of all of all your social networking pages
like your twitter feed, Facebook page or linkedin profile?

Id just like to letvv y0u know hvow much I learn from your wisdom Dugg it.Hope to be back soon for some more good stuff

@ Arip : boleh…boleh…
@ mano : nggak mudik ne ane. 😦

yaudah, sekarang waktunya mudik.
mudik kmn?

ih jadi pengen mudik. tapi mudik kemana ya?

mudik-mudikan aja deh ke rumah nene yg ada di sebelah

Jiahahaha…wes dilanjut to…itu yg lg di pintu dirimu bukan…wakakakak…
Mudik lebaran….hemmm, memang selalu mempunyai nuansa cerita tersendiri tiap tahunnya untuk dibagi…
Selamat mudik bagi yg pulkam….TTDJ…..

cerita seru mudik sebetulnya yo “ngono-ngowo wae” tp selalu update untuk diperbincangkan… ini yg bikin ngangeni mas…
selamat mudik, bagi yg mudik… hati2 di jalan… slamet tekan ngomah… 🙂

salam knal juga om…
makasih ne atas kunjungannya di mari
:mrgreen:

salam kenal ya gan!!!

keep blogging..
semangat!!

@ Dias : ya ntar kalo jadi mudik
@ Nonreni : boleh…
@ Rossa : dah nech..
@ Payjo : bisa juga…
@ Oelil : dah nech lanjutannya
@ Wira : sip.!!
@ Mamah aline : ikut pembokat pulkam aja kl gitu hehehe 😀
@ Ciwir : mari….

mari mudikkkkkk

mudik dan hari raya= macet, ditinggal pembokat, oleh-oleh, angpaw ama maaf-maafan n ketemu keluarga

buat yang sedang dalam perjalan mudik, selamat mudik, hati2 dijalan..

kalo aku…selain lebaran.. pasti mudik motor….biasa pulang mudik pakai motor… di tunggu lanjutannya…. kok lama hehehe

Yang langsung kepikiran mungkin: Copet, desek-desekkan, sama kampung halaman 😛

mau buka puasa dulu..?
oke, cpeeet. gue tungguin.

bertemu sanak-saudara, mungkin, atau jenuh ditempat kerja

pulang kampung donk 😀

ati2 ya mudiknya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Matur Nuwun

hey

Panjenengan Dayoh:

  • 9,579 ,Maturnuwun nggih

Categories

Yang Hots

Brighter Planet's 350 Challenge Search For Blogs, Submit Blogs, The Ultimate Blog Directory my profile Yuk.Ngeblog.web.id

Top Clicks

  • None

Flickr Photos

%d bloggers like this: