Larejawi™

Posts Tagged ‘larejawi

Kala Senja

Posted on: July 17, 2013

Hey senja, masih tak kutemui rona jingga.
Langitmu masih kelabu…
Ku tak memaksa bertemu jingga.
Setidaknya kau sampaikan rindu…

Mari kita cari percakapan. Sekitar kita perlu obrolan.

Seberapa sering kita menyapa seseorang.
Seberapa sering kita berbincang bincang.
Seberapa sering kita menilai seseorang.
Seberapa sering kita melihat diri sendiri.
Seberapa manusiawinya kita…

Kita kadang terlalu sibuk menilai oranglain. Kita masih terlalu sering memperhatikan gerak-gerik atau tingkah orang. Tidak ada yang salah dengan itu. Tapi mulai tidak benar ketika kita mulai menduga-duga atau lantas mengambil keputusan untuk menilai seseorang. Menurut saya, yang berhak menilai baik dan buruk seseorang hanya Tuhan. Manusia masih belum bisa berlaku adil dengan diri sendiri, apalagi dengan orang lain.

Berdamailah dengan diri sendiri…

Malam dingin sepi ini
rembulan bersinar dibalik mendung
pancaran sinarnya tak terasa lagi
menambah sepi saat ini…

Malam, ditemani sepi
putar musik pemecah sunyi
nikmati alunan bunyi mp3

Duduk diteras depan
sendiri menikmati malam
berandai-andai bidadari datang
memecah kesunyian malam
dan hanya hayalan bukan kenyataan

bagaimana kubisa perpaling darimu
sekian lama kumencari separuh jiwaku
ku mau menunggu tak pernah berhenti
sampai suatu saat nanti kau kan menyadari

kuingin kau tahu takkan ada habisnya
kumasih miliki cinta melebihi yang kau kira

hanyalah senyummu yang menghapus rinduku
telah lama tak kujumpa menghilang dariku
akan kulakukan asal kau kembali
kutak sanggup sendiri lebih lama lagi
Read the rest of this entry »

aku beritahu kata, dia hanya diam saja

senja tlah berlalu, malam akan menemani sampai pagi menjelang
ketika kau takut gelap malam,
kukirim bulan dan bintang yang biasa menemani kita bersama
tak cukup bulan dan bintang, biarkan binatang malam mendendangkan alunan melodi rindu itu
Read the rest of this entry »

Terik mentari tidak bisa lunturkan rasa sayang.
Sayangku padamu.

Apa terik mentari ini mencoba mencegahku dari keinginan memikirkanmu.
Terik mentari bisa halangi langkahku.
Tapi dia lupa pikiranmu padamu.

Sebebas burung terbang di siang hari.
Terik bukan satu alasan buatku melupakan.

Kamu. Ya.
Setiap hari aku memikirkanmu.
Cuma ada satu waktu yang tidak.
Saat tidur, aku tidak memikirkanmu. Aku memimpikanmu.

Kamu tidak percaya. Terik mentari hanya diam saja ketika kutanya.
Read the rest of this entry »

teruntukmu disana, jangan bermuram durja
tidakkah kau ingat senyum manismu dulu
kalau kau lupa senyum itu, aku ada untuk mengingatkanmu

kenapa harus mengingatkanmu. Tanpa senyummu hariku mungkin kelabu
haruskah senyumku yang membangkitkan senyummu


Matur Nuwun

hey

Panjenengan Dayoh:

  • 9,574 ,Maturnuwun nggih

Categories

Yang Hots

Brighter Planet's 350 Challenge Search For Blogs, Submit Blogs, The Ultimate Blog Directory my profile Yuk.Ngeblog.web.id

Top Clicks

  • None

Flickr Photos